Friday, January 4, 2013

Ikatan Cinta Dalam Sebuah Pernikahan


"Dan diantara tanda-tanda kekuasan-Nya ialah diciptakan-Nya untukmu pasangan hidup dari jenismu sendiri supaya kamu mendapat ketenangan hati dan dijadikan-Nya kasih sayang diantara kamu. Sesungguhnya yang demikian menjadi tanda-tanda kebesaran-Nya bagi orang-orang yang berfikir”. Ar-Rum : 21

Ayat ini sudah tidak asing lagi bagi kita bahkan terlalu sering di baca ketika kita menerima undangan sebuah pernikahan dari teman, sahabat ataupun dari salah satu keluarga besar kita. Sungguh berbahagia rasanya jika hal itu akan terjadi pada diri saya.. :D

Di dalam surah Ar Rum : 21 yang mana ayat tersebut memberikan isyarat pada kita bahwa kita terlahir dengan kelamin laki-laki dan perempuan. Allah tidak menciptakan apapun yang sia-sia, semuanya pasti bermanfaat untuk makhluk Nya dan itu merupakan salah satu tanda kekuasaan Nya. 

Kemudian dua jenis kelamin tersebut disatukan dalam bentuk ikatan suci yang di sebut Pernikahan, maka Allah melanjutkan firmannya "supaya kamu mendapat ketenangan hati dan dijadikan-Nya kasih sayang diantara kamu". Pernikahan bukanlah suatu hal yang hanya berbicara soal hawa nafsu dan kebahagian duniawi, namun Allah menekankan jika dalam pernikahan tersebut harus dilandasi kasih dan sayang. Rasa kasih sayang tersebut harus ada di dalam masing-masing pribadi baik dalam suka maupun duka.  Begitu juga dalam keseharian sang suami harus betul-betul mampu memberikan nafkah dan menjadi pemimpin rumah tangga dan sebaliknya sang istri harus sabar melaksanakan kewajibannya sebagai tiang / pilar rumah tangganya. 

Hadis riwayat Abu Hurairah رضي الله عنه: ia berkata:Bahwa Nabi صلی الله عليه وسلم bersabda: Apabila seorang istri bermalam meninggalkan atau menjauhi tempat tidur suaminya maka malaikat akan melaknatinya sampai pagi. Naudzubillah mindzalik

Di  sisi  lain  perlu  juga  dicatat,  bahwa walaupun Al-Quran menegaskan bahwa berpasangan atau  kawin  merupakan  ketetapan Ilahi  bagi  makhluk-Nya,  dan walaupun Rasul menegaskan bahwa "nikah adalah sunnahnya", tetapi dalam saat yang sama Al-Quran dan   Sunnah   menetapkan   ketentuan-ketentuan   yang   harus diindahkan --lebih-lebih  karena  masyarakat  yang  ditemuinya melakukan  praktik-praktik yang amat berbahaya serta melanggar nilai-nilai  kemanusiaan.

Oleh karena itu sekarang sudah bukan rahasia lagi jika sebuah pernikahan berhenti di tengah jalan, silang pendapat bukan sebagai bumbu penyedap lagi di dalam menjalin sebuah rumah tangga, melainkan nafsu dan ke egoisan dalam pembenaran pribadi bukanlah untuk keharmonisan rumah tangga. Disamping itu juga tidak sedikit pula keretakan rumah tangga di sebabkan oleh pihak ketiga yang mengakibatkan hancurnya rumah tangga.

Untuk Bapak-bapak dan Mas-mas yang udah nikah aku do'a in yach semoga hal tersebut tidak sampai terjadi dan menjadikan keluarga yang Sakinah, Mawaddah dan Warohmah. Amin . Untuk teman-teman yang masih jomlo ( dalam hal ini trmsk saya sih...heheh) yuk memperbaiki system yang ada pada diri kita masing-masing, untuk mencari calon Istri / Suami dan bukanlah mencari pacar jika berkeinginan mencari pacar lakukanlah sesuai As Sunnah dalam berta'arruf.

Mungkin itu coretan sederhana dari saya mudah-mudahan bisa di jadikan bekal untuk teman-teman yang akan melangsungkan pernikannya. :D 




No comments:

Post a Comment